mentayapos.co.id

Terkini Mengabarkan

Tahun Kuda dan Panggilan Moral Menjaga Marwah Penegak Hukum

Penulis Oleh: Hadriansyah bin Gusti Syachrin Mimis.

MENTAYAPOS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Tahun Kuda sering dimaknai sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan ketegasan. Namun di tengah semangat itu, ada ancaman nyata yang tidak boleh diabaikan: yaitu “narkoba” Ia tidak mengenal batas profesi, tidak memilih jabatan, dan tidak memandang seragam. Bahkan institusi penegak hukum pun bisa menjadi target infiltrasi.

Sebagai anak dari seorang pensiunan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia era 1960-an, saya tumbuh didik dengan nilai disiplin, kehormatan, dan integritas.

Nama orang tua saya, Gusti Syachrin Mimis, hanya berpangkat Letdapol saja, sebelum reformasi di tahun 2001, selalu saya banggakan sebagai sosok penegak hukum yang bersih, berwibawa dan berkomitmen pada keadilan. Bagi saya, seragam bukan sekadar pakaian dinas, melainkan simbol tanggung jawab moral kepada rakyat dan negara.

Justru karena kecintaan dan kebanggaan itulah, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan kegelisahan. Bahaya narkoba bukan hanya ancaman sosial, tetapi juga ancaman moral bagi institusi.

Jika ada oknum yang terjerat, yang tercoreng bukan hanya individu, tetapi nama besar lembaga dan perjuangan para senior yang telah menjaga kehormatan sejak masa-masa awal republik.

Ini bukan tudingan. Ini adalah pengingat.

Perang melawan narkoba harus dimulai dari dalam. Pengawasan internal yang kuat, transparansi penanganan kasus, serta sanksi tegas tanpa pandang bulu adalah wujud komitmen menjaga marwah institusi. Integritas tidak bisa ditawar.

Saya percaya, mayoritas anggota Polri adalah pribadi-pribadi yang bekerja dengan dedikasi tinggi. Namun tantangan zaman semakin kompleks. Jaringan narkotika bekerja sistematis dan berani menyasar siapa saja yang lemah secara moral.

Tahun Kuda harus menjadi momentum refleksi dan penguatan integritas. Agar warisan nilai dari generasi 60-an—nilai kejujuran, keberanian, dan pengabdian—tetap hidup di tubuh institusi.

Karena pada akhirnya, kepercayaan rakyat adalah fondasi utama penegakan hukum. Dan kehormatan adalah warisan yang harus dijaga.

Penulis: Hadriansyah adalah putra dari Gusti Syachrin Mimis, pensiunan anggota Polri era 1960-an, pemerhati sosial dan integritas kelembagaan.

Pewarta. : Red/ Marliana

PT Media Mentaya Mandiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini