AWPI KALTENG TURUN LANGSUNG KE JALAN, 3.500 MASKER DIBAGIKAN DI TENGAH ANCAMAN ASAP KARHUTLA
Mentayapos.co.id // PALANGKA RAYA — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak hanya diwujudkan melalui pemberitaan, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalimantan Tengah bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran pemerintah daerah turun langsung ke kawasan Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Minggu (13/9/2026), untuk membagikan 3.500 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Aksi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena dilakukan langsung di ruang publik yang menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat. Pengendara dan warga yang melintas menerima masker sebagai bentuk perlindungan awal terhadap paparan udara yang terdampak asap Karhutla.
Ketua DPD AWPI Kalteng, Hadriansyah alias Manghadiboy, mengatakan keterlibatan insan pers dalam situasi Karhutla tidak berhenti pada fungsi menyampaikan informasi. Menurutnya, pers juga memiliki ruang untuk hadir melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Hari ini DPD AWPI Kalteng bersinergi bersama Gubernur Kalteng dan jajaran pemerintah membagikan 3.500 masker. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya pengguna jalan yang tetap beraktivitas di tengah kondisi yang terdampak asap Karhutla,” ujar Hadriansyah.
Ia menegaskan, persoalan Karhutla bukan hanya persoalan pemadaman api. Dampaknya juga menyentuh aspek kesehatan dan aktivitas masyarakat sehingga membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Karena itu, AWPI Kalteng mendorong agar penanganan Karhutla dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pemerintah, aparat, dunia usaha, masyarakat hingga media.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya sekadar membagikan masker, tetapi menjadi pesan kepada masyarakat bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. AWPI Kalteng siap mendukung pemerintah melalui pemberitaan dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,”
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi keterlibatan DPD AWPI Kalteng bersama insan pers yang ikut turun langsung membantu masyarakat.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta dukungan berbagai elemen, termasuk media.
“Saya mengapresiasi kepedulian DPD AWPI Kalteng bersama seluruh insan pers. Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi semua pihak. Pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan dan penanganan di lapangan, sementara masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan,” kata Agustiar.
Ia menyebut pembagian masker merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak Karhutla.
“Masker ini memang sederhana, tetapi sangat berarti bagi masyarakat. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah Karhutla agar tidak terjadi dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tegasnya.
Bukan Sekadar Masker
Bagi masyarakat yang menerima, pembagian masker tersebut menjadi bantuan sederhana namun relevan dengan kondisi di lapangan.
Salah seorang warga, Sanusi, mengaku terbantu dengan kegiatan yang digelar AWPI Kalteng bersama pemerintah tersebut. Ia berharap aksi serupa terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi dampak Karhutla.
“Kami berterima kasih kepada AWPI dan pemerintah yang membagikan masker. Ini sangat membantu masyarakat karena kami setiap hari beraktivitas di luar rumah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan dan Karhutla dapat segera ditangani,” ujar Sanusi.
Aksi di Bundaran Besar Talawang tersebut sekaligus memperlihatkan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan insan pers dalam menghadapi persoalan Karhutla.
Di tengah tugas pers sebagai penyampai informasi dan kontrol sosial, kehadiran AWPI Kalteng secara langsung di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa penanganan Karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampaknya dan mendorong pencegahan sejak dini.
Sebanyak 3.500 masker yang dibagikan menjadi simbol kepedulian bersama: bahwa ketika Karhutla berdampak pada kehidupan masyarakat, maka seluruh elemen memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian.
Aldio
PT. Media Mentaya Mandiri
Tinggalkan Balasan