mentayapos.co.id

Terkini Mengabarkan

Dilantik, Ketua GMNI Kalteng Targetkan Tiga Gerakan Utama untuk “Naik Kelas”

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Kalimantan Tengah periode 2025-2027, Maulana Uger, S.T, saat menyampaikan sambutan

Mentayapos.co.id // PALANGKARAYA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Kalimantan Tengah periode 2025-2027, Maulana Uger, S.T., secara resmi dilantik dalam sebuah acara yang juga mengagendakan Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA). Dalam pidato perdananya, Uger menyampaikan visi dan misinya untuk membawa GMNI Kalteng “naik kelas” melalui tiga gerakan utama: rekonsiliasi organisasi, restorasi gerakan, dan upgrading kaderisasi.

​Uger mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak, khususnya Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang telah memberikan dukungan besar dalam menyukseskan acara ini. Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, jajaran DPRD, Kapolda, Pangdam, dan senior-senior GMNI yang hadir.

​”Ini adalah podium pertama saya sebagai Ketua DPD GMNI Kalteng yang secara resmi dilantik,” ujar Uger. “Tentu ini adalah momen yang sangat penting bagi saya untuk menyampaikan pesan-pesan perjuangan dan pesan-pesan untuk membangun GMNI.”

​Dalam pidatonya, Uger memaparkan tiga poin utama yang akan menjadi fokus kepengurusannya. Pertama, rekonsiliasi organisasi, yaitu perbaikan internal di tubuh GMNI. Kedua, restorasi gerakan, dengan harapan tidak ada lagi gerakan-gerakan “tambahan” yang tidak terukur dan tidak sesuai. Ketiga, upgrading kaderisasi, yang ia sebut sebagai harga mati dan menjadi kunci keberhasilan organisasi.

​”Hari ini terjadinya degradasi gerakan. Banyak gerakan-gerakan yang tidak sesuai, banyak gerakan-gerakan yang tidak seharusnya dilakukan,” tegasnya.

​Uger menekankan bahwa GMNI harus hadir sebagai organisasi yang melahirkan pemimpin-pemimpin di masa depan. Ia berharap kader-kader GMNI tidak hanya menjadi praktisi, tetapi juga dapat didistribusikan ke berbagai bidang dan posisi strategis. Ia juga mengingatkan kembali bahwa GMNI adalah organisasi yang menjunjung tinggi ajaran Marhaenisme.

​”Kami siap menjadi mitra kritis dan mitra strategis dari pemerintah,” kata Uger, seraya meminta maaf kepada Gubernur dan Kapolda atas dinamika pergerakan mahasiswa yang sempat terjadi.

​Uger juga mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan Kalimantan Tengah sebagai tuan rumah Kongres GMNI pada tahun 2028. Ia berharap dukungan penuh dari semua pihak, termasuk unsur korporat, agar impian ini dapat terwujud.

​Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan organisasi Cipayung lainnya seperti HMI dan PMII, serta mahasiswa dari berbagai kampus di Palangkaraya.

(Aldio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini