Ritual Keagamaan Tiwah Hindu Kaharingan di Kereng Bangkirai Memasuki Tahap Akhir
Ketua Panitia Acara Ritual Tiwah, Yepri Diga
Mentayapos. Co. Id // Palangka Raya – Ritual keagamaan Tiwah umat Hindu Kaharingan yang dilaksanakan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, telah memasuki rangkaian acara penutup. Ketua Panitia, Yepri Diga, menjelaskan bahwa seluruh tahapan ritual telah dipersiapkan sejak Mei, kemudian pelaksanaan ritual dimulai pada 19 Juni dan dijadwalkan berakhir pada 30 Juli.
(Jumat, 17 Juli 2026.)
Menurut Yepri Diga, pada rangkaian terakhir dilaksanakan sejumlah prosesi sakral sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus doa bagi keluarga yang masih hidup. Salah satunya adalah Belian Balaku Untung, yaitu ritual yang diperuntukkan bagi orang-orang yang masih hidup sebagai permohonan keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan setelah sebelumnya dilaksanakan ritual bagi mereka yang telah meninggal dunia.

Rangkaian ritual Bepapas, bertujuan untuk membersihkan hal-hal yang tidak baik
Dalam pelaksanaan Tiwah tahun ini, panitia juga mempersembahkan hewan kurban sebagai bagian dari ketentuan adat dan ritual. Total terdapat tujuh ekor hewan kurban, terdiri dari enam ekor kerbau dan satu ekor sapi, yang dipersembahkan pada beberapa tahapan prosesi.
Yepri Diga menjelaskan bahwa setelah seluruh rangkaian ritual selesai, dilaksanakan prosesi pengkahem, yaitu membersihkan dan membongkar seluruh perlengkapan ritual Tiwah. Setelah itu, sapundu dipindahkan ke lokasi sandung (candung) sebagai penanda bahwa seluruh rangkaian upacara Tiwah telah selesai dilaksanakan.
Selain itu, dilakukan pula prosesi pemindahan tulang-belulang ke dalam sandung sebagai bagian dari puncak penghormatan kepada arwah leluhur. Prosesi tersebut merupakan simbol penyempurnaan perjalanan roh menurut ajaran Hindu Kaharingan.
Ritual Tiwah merupakan salah satu upacara adat dan keagamaan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Dayak penganut Hindu Kaharingan. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, ritual ini juga mempererat kebersamaan keluarga dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.
Red
PT. Media Mentaya Mandiri
Tinggalkan Balasan