Bundaran Besar Palangka Raya Dihiasi Talawang Raksasa, Wujud Pelestarian Budaya dan Dorongan Ekonomi Lokal
Mentayapos.co.id // Palangka Raya – Bundaran Besar yang menjadi ikon Kota Palangka Raya kini memiliki nilai sejarah baru dengan hadirnya Talawang Dayak Raksasa, simbol budaya yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal dan semangat persatuan. Minggu 27/7/2025.
Pembangunan Bundaran Besar Talawang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan warisan sejarah kepemimpinan yang mencerminkan identitas dan kekuatan budaya masyarakat Kalimantan Tengah. Talawang (perisai adat Dayak) yang berdiri megah di tengah bundaran menjadi penanda komitmen Gubernur Sugianto Sabran dalam mengangkat budaya lokal ke panggung nasional.
“Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan jati diri masyarakat Kalimantan Tengah. Talawang menjadi simbol perlindungan, keberanian, dan kehormatan,” ujar H. Sugianto Sabran saat meresmikan monumen tersebut.
Bundaran ini juga menjadi ruang publik baru yang mengundang wisatawan dan menjadi kebanggaan warga. Dalam sejarahnya, inisiatif pembangunan kawasan ini mencerminkan gagasan besar untuk menjadikan Palangka Raya sebagai kota modern berbasis budaya, sekaligus memperkuat narasi Kalimantan Tengah sebagai daerah berkarakter kuat.
Sejumlah tokoh adat, seniman, akademisi, hingga generasi muda menyambut positif pembangunan ini. Mereka menilai Talawang sebagai peninggalan sejarah masa kini yang akan terus dikenang generasi mendatang sebagai simbol cinta tanah air dan kebudayaan Dayak.
Dengan berdirinya Bundaran Besar Talawang Dayak, Gubernur H. Sugianto Sabran telah menorehkan jejak monumental dalam pembangunan kebudayaan di Kalimantan Tengah, membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur bisa sejalan dengan pelestarian nilai-nilai lokal.
Menurut pandangan Hadriansyah masa Gubernur Kalteng H.Sugianto Sabran menoreh di hati masyarakat Kalteng terbukti terwujud pembangunan yang dirasakan warga Palangka Raya pada khusus dan masyarakat luas pada umumnya.
Bukti ini sudah banyak bermanfaat bagi para pedagang kecil UMKM dan banyak juga wisatawan lokal dari daerah lain memuji keberhasilan H.Sugianto Sabran.
”Bundaran besar dulu sepi tak bersinar, sekarang setelah ada nya gerbang Mandau Talawang Dayak tempat ajang hiburan setiap malam Minggu membawa berkah bagi UMKM dan tempat masyarakat bersantai bersama keluarga nya, itu lah kehebatan nya H.Sugianto Sabran bukti nyata terwujud ada pembangunan di Kalteng banyak lagi pembangunan yang dirasakan masyarakat kalteng,” tutur Hadriansyah.
Publikasi: aldio
Tinggalkan Balasan