Gubernur Kalimantan Tengah Hadiri HUT Ke-15 Gerdayak Indonesia, Tegaskan Komitmen Dukung Seluruh Elemen Masyarakat
Gubernur Kalimantan Tengah saat menyampaikan sambutannya
Mentayapos.co.id // PALANGKA RAYA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Komandan Korem (Danrem), serta unsur-unsur pemerintahan dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Acara ini menjadi momentum bagi Gubernur Kal-Teng untuk menyampaikan definisi dan komitmennya dalam mendukung organisasi masyarakat (ormas) lokal pada, Sabtu (31 Mei 2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah menggarisbawahi pentingnya dukungan terhadap ormas lokal sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.
“Definisi dari mendukung ormas lokal adalah kita harus merangkul semua pihak, semua elemen masyarakat yang ada, semua masyarakat di Kalimantan,” tegasnya.
Agustiar Sabran mengakui bahwa kehadirannya dalam acara Gerdayak Indonesia memiliki makna khusus. “Kami kalau tidak datang, berdosa, Pak. Artinya kacang lupa kulitnya, kan begitu. Saya tahu diri,” ujarnya, mengenang kembali masa lalu ketika ia menjadi pemimpin dan Gerdayak memberikan dukungan. Ia menambahkan bahwa ini adalah kali pertama ia menghadiri acara ormas langsung sejak dilantik, dan Gerdayak menjadi ormas pertama yang ia hadiri dalam 100 hari kepemimpinannya.
Meskipun demikian, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa perhatiannya tidak hanya terfokus pada satu kelompok.
“Artinya tidak mengesampingkan yang lain, karena sekarang saya adalah Gubernur Kalimantan, bukan gubernur suku tertentu, agama tertentu, barat, timur,” jelasnya, menekankan perannya sebagai pemimpin seluruh masyarakat Kalimantan.
Ia memberikan contoh bagaimana ia tetap menghadiri acara GKI (Gereja Kristen Indonesia) meskipun secara terbuka GKI sebelumnya mendukung lawan politiknya.

Foto bersama
“Tapi kami sadar, kami sekarang adalah pemimpin masyarakat yang benar-benar, bukan untuk kelompok-kelompok tertentu. Karena kalau kita ingin membangun, kita berpikir ke depan, kalau kita ke belakang memikir, kita tidak akan pernah maju,” paparnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam membangun daerah.
“Kalau saya seorang diri saja, akan percuma. Ini perlu semua, semua elemen masyarakat yang ada, semua masyarakat Kalimantan tengah,” serunya.
Di akhir sambutannya, Gubernur juga sempat melontarkan candaan terkait masa lalu Pilkada, Pileg, atau Pilpres, dan menekankan bahwa masa lalu adalah masa yang paling indah, namun kini saatnya untuk berpikir ke depan. Ia percaya bahwa semua yang hadir memiliki tujuan yang sama: mengangkat masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat Dayak.
“Kenapa membangun daerah ini, negara ini, tanpa kebersamaan, tanpa kolaborasi, tidak akan kuat. Tapi dengan itu, Insya Allah kita akan kuat,” pungkas Gubernur Kalimantan Tengah, mengakhiri sambutannya dengan semangat persatuan dan kolaborasi.
publikasi: Aldio
Tinggalkan Balasan