mentayapos.co.id

Terkini Mengabarkan

Gubernur Kalteng Gali Informasi Jurnalis Tentang Keluhan Masyarakat

Oplus_16908288

MENTAYAPOS CO.ID, PALANGKA RAYA  — Gubernur Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas kebijakan pembangunan daerah. Dalam agenda dialog bersama insan pers, Gubernur secara khusus menggali informasi langsung dari para jurnalis mengenai berbagai keluhan masyarakat di lapangan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, di mana jurnalis dari berbagai media — cetak, elektronik, hingga media online — menyampaikan beragam laporan serta temuan terkait masalah publik yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. 21/11.

Pertemuan tersebut di taman halaman rumah jabatan istana Isen Mulang Gu bernur Kalteng’ pada sore hari Jumat 21/11.

Gubernur menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi dan penjembatan aspirasi warga kepada pemerintah.

“Saya ingin mendengar langsung dari teman-teman jurnalis, karena banyak persoalan masyarakat yang cepat diketahui media. Lapangan adalah ruang kerja kalian, dan suara masyarakat sering sampai lebih dulu ke meja redaksi sebelum ke pemerintah,” ungkap Gubernur dalam dialog tersebut.

Dalam kesempatan itu, sejumlah isu turut dipresentasikan oleh para jurnalis, antara lain:

keluhan kerusakan jalan nasional dan daerah,

persoalan pelayanan kesehatan dan pendidikan di wilayah pedalaman,

penanganan konflik masyarakat dengan perusahaan,

hingga akses air bersih serta pemerataan pembangunan.

Menanggapi berbagai penyampaian tersebut, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan informasi yang faktual dan objektif sebagai bahan evaluasi kebijakan.

“Kami mengapresiasi kritik dan laporan jurnalis. Pemerintah tidak alergi kritik. Justru informasi dari media membantu kami merespons lebih cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar insan pers dan pemerintah tetap menjaga kemitraan yang sehat, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme, kemandirian, dan independensi jurnalistik.

Pertemuan berakhir dengan kesepahaman bahwa media dan pemerintah daerah memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

Rangga Lesmana Plt Kadis Kominfosantik Provkalteng.

Plt Kadis Kominfosantik Provinsi Kalteng

Plt Kadis Kominfosantik Provinsi Kalteng Rangga Lesmana  menyampaikan bahwa dialog antara pemerintah dan jurnalis harus terus menjadi ruang komunikasi publik yang konstruktif dan terbuka.

“Media adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan. Keluhan masyarakat yang tersampaikan melalui jurnalis menjadi masukan penting bagi kami untuk meningkatkan pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan data dan laporan media yang akurat serta berimbang untuk menghindari bias informasi di ruang publik.

“Kami sangat menghargai independensi media. Pemerintah tidak ingin membatasi ruang kritis jurnalis, selama informasi yang disampaikan tetap obyektif dan berdasar fakta. Kolaborasi tanpa mengorbankan independensi adalah kunci,” tambah Plt Kadis Kominfosantik.


Ketua DPD AWPI Kalteng, Hadriansyah.

Ketua DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalimantan Tengah, Hadriansyah, turut mengapresiasi langkah gubernur yang menggandeng jurnalis sebagai sumber informasi utama dalam memantau keluhan masyarakat.

“Inisiatif Gubernur Kalteng untuk menggali informasi langsung dari jurnalis adalah bentuk penghargaan terhadap profesi wartawan sebagai kontrol sosial dan penyampai aspirasi rakyat,” kata Hadriansyah.

Ia menjelaskan bahwa jurnalis tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga memainkan fungsi penting sebagai detektor dini terhadap persoalan sosial.

“Media seringkali menemukan keluhan masyarakat lebih awal di lapangan sebelum sampai ke pemerintah. Ketika pemerintah terbuka terhadap laporan jurnalis, maka kecepatan penanganan keluhan masyarakat bisa jauh lebih baik,” tegasnya.

Ketua DPD AWPI Kalteng menegaskan komitmen organisasi pers untuk terus mengawal profesionalitas dan independensi jurnalis dalam menjalankan tugas.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah, tetapi independensi tetap harga mati. Kemitraan harus berjalan tanpa mengurangi sikap kritis media demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Pewarta.   : Marliana+Desi.

PT Media Mentaya Mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini