mentayapos.co.id

Terkini Mengabarkan

Ritual Babukung, Festival Budaya Daya Tarik Wisatawan Manca Negara

MENTAYAPOS.CO. ID, LAMANDAU – Di tengah derasnya arus modernisasi dan kemajuan digital, Festival Budaya Ritual Babukung kembali digelar sebagai bukti bahwa kearifan lokal Dayak tetap memiliki ruang hidup dan napas panjang di tengah perubahan zaman. Acara sakral yang sarat makna spiritual dan filosofi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kalimantan Tengah kepada generasi muda dan dunia luar.

Ritual Babukung, yang dikenal sebagai prosesi penghormatan kepada leluhur dan wujud penghantar arwah menuju alam baka, kini tak hanya menjadi upacara adat, tetapi berkembang sebagai festival budaya penuh nilai edukasi dan hiburan. Beragam pertunjukan seni, tarian, musik tradisional, hingga pameran kerajinan dan kuliner lokal turut mewarnai rangkaian kegiatan tahun ini.

Ketua Panitia pelaksana Babukung mengatakan melalui festival ini pemerintah berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal melalui kolaborasi dengan komunitas adat, pelaku seni, akademisi, serta generasi muda. “Kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur dalam Babukung tetap lestari, dikenal luas, dan dihargai lintas generasi,” tegasnya.

Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan mancanegara dan antusias budaya dari berbagai daerah juga turut hadir menyaksikan keunikan ritual ini.

Kehadiran pengunjung menunjukkan bahwa tradisi Babukung memiliki daya tarik global, dan dapat menjadi magnet pariwisata budaya yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Festival ini juga menjadi ruang bagi kaum muda untuk terlibat aktif, baik sebagai peserta seni maupun konten kreator budaya.

Platform digital dimanfaatkan untuk mempromosikan kegiatan ini dengan tetap menjaga nilai-nilai kesakralan upacara.
Dengan rangkaian acara yang berlangsung meriah namun penuh kekhidmatan, Festival Budaya Ritual Babukung kembali meneguhkan eksistensinya sebagai jantung kebudayaan Dayak dan pilar pelestarian tradisi di tengah dunia yang terus berubah.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, melalui kutipan videonya menyampaikan bahwa Festival Babukung bukan hanya agenda pariwisata, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur Dayak.

Menurut Rizky, pelestarian budaya harus berjalan berdampingan dengan kemajuan teknologi. “Kemajuan digital tidak boleh membuat kita meninggalkan akar budaya. Babukung adalah identitas, dan kewajiban kita menjaga agar tetap hidup, relevan, dan membanggakan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seniman, komunitas adat, pemerintah daerah, dan masyarakat Lamandau yang konsisten menjaga festival ini sebagai aset budaya daerah. “Sinergi semua pihak akan menjadikan Lamandau semakin dikenal sebagai rumah nilai adat yang luhur dan destinasi budaya unggulan,” lanjutnya.

Turis asing

Dengan dukungan pemerintah daerah dan provinsi, Festival Babukung diharapkan terus berkembang menjadi ruang ekspresi budaya Dayak sekaligus daya tarik wisata yang berkelanjutan, memberi manfaat sosial, budaya, hingga ekonomi bagi masyarakat.

Pewarta : Red/ mar
PT Media Mentaya Mandiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini