Rayakan Harhubnas 2025, Dishub Kalteng Fokus Tingkatkan Kualitas Transportasi Udara, Laut, dan Darat
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, S.STP., M.Si, saat di temui awak media
Mentayapos.co.id // Palangka Raya – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, S.STP., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarlembaga untuk meningkatkan kualitas transportasi di provinsi Kalimantan Tengah. Hal ini disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 dengan tema “Bakti Transportasi”.
Menurut Yulindra, peran Dishub Provinsi Kalimantan Tengah adalah mengoordinasikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kementerian serta Dishub tingkat kabupaten/kota.
“Tujuannya agar ada sinergi dan kolaborasi yang baik dalam pembangunan transportasi di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Yulindra merinci capaian dan tantangan di setiap mode transportasi:
- Transportasi Udara: Kalimantan Tengah memiliki sembilan bandara. Ia berharap bandara-bandara ini, termasuk Bandar Udara Tjilik Riwut, dapat dimaksimalkan untuk melayani rute ke luar provinsi. “Ini butuh dukungan kolaborasi dengan mitra seperti dinas pariwisata dan koperasi agar ada daya tarik bagi orang untuk datang ke Kalteng,” tambahnya.
- Transportasi Laut: Pelabuhan di Bahaur, Sampit, dan Kumai berperan penting dalam melayani masyarakat. Pelabuhan Kumai, khususnya, memiliki kepadatan yang tinggi dan terus ditingkatkan pelayanannya. Pihak Dishub juga sedang mendorong optimalisasi Pelabuhan Batanju melalui sinergi dengan Dinas PU yang sedang membangun akses jalan.
- Transportasi Darat: Yulindra menyebut perkembangan transportasi darat di Kalteng sangat pesat, terutama untuk rute-rute utama seperti Palangka Raya-Pangkalan Bun dan Palangka Raya-Buntok. Sinergi dengan Perusahaan Otobus (PO) dan UPTD terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan.
Menanggapi pertanyaan mengenai jembatan timbang, Yulindra menjelaskan bahwa fasilitas tersebut berfungsi sebagai tempat pemeriksaan dan pengawasan angkutan, termasuk angkutan BBM. Ia berharap jembatan timbang dapat dimaksimalkan dengan teknologi modern seperti Weight in Motion (WIM) yang bisa mendeteksi berat kendaraan secara otomatis.

Saat ini, jembatan timbang di Kalteng masih beroperasi secara manual, namun memiliki kapasitas yang besar. Yulindra menegaskan, penindakan terhadap kendaraan yang melebihi batas muatan sesuai kelas jalan merupakan wewenang BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat), dengan dukungan teknis dari Dishub Provinsi.
”Kalau kelas jalan kelas 2 itu maksimal 10 ton. Kalau lebih dari itu berarti harus ditindak,” jelasnya.
Yulindra juga menyoroti perbedaan kelas jalan di Kalteng, di mana jalan provinsi umumnya masih kelas 3, sementara jalan nasional ada yang sudah kelas 2. Ia mengimbau para pelaku usaha, terutama di sektor pertambangan dan kehutanan, untuk memperhatikan aturan muatan demi menjaga kondisi jalan.
”Tugas kami salah satunya memberikan pemahaman kepada pengguna jalan yang ada di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Publikasi: aldio
Tinggalkan Balasan