Pertamax 92 dan Pertalite Menggila Setiap Hari, SPBU “Tertawa”
MENTAYAPOS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Pantauan Media ini pagi mulai pukul 04.00 – pukul 08.11 WIB kendaraan roda dan Roda empat memenuhi bahu jalan yang berlapis, seperti jalan Soekarno antrian panjang hampir 1 km, SPBU jalan Shet tajie panjang antrian sampai bundaran burung, SPBU Jalan Milono antrian panjang dari Fafigrup sampai lokasi, SPBU jalan Diponegoro antrian panjang sampai jalan DR.Sutomo. 7/5/2026.
Kenaikan konsumsi BBM jenis Pertamax 92 dan Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Kota Palangka Raya menjadi sorotan masyarakat. Hampir setiap hari antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memadati area pengisian BBM, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Fenomena ini memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga menilai tingginya kebutuhan bahan bakar menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih bergerak, namun di sisi lain kondisi tersebut membuat pengeluaran harian warga semakin berat.
“Sekarang mau isi Pertalite saja terasa cepat habis, apalagi Pertamax 92. Harga dan kebutuhan kendaraan terus meningkat,” ujar salah satu warga Ramli pengendara saat ditemui di kawasan SPBU Kota Palangka Raya.
Edaran surat Walikota Palangka Raya diabaikan oleh pengejar BBM (Pelangsir) salah mobil kijang tua dan pick tua mengisi partamax 92 mobil mewah isi parlalite, harga enceran seperti di jalan Soekarno sebotol tembus 17 ribu Pertamax 92, pertalate harga sebotol 15-16 ribu.
Ramainya antrean BBM juga dinilai menjadi keuntungan tersendiri bagi pengelola SPBU. Aktivitas pengisian kendaraan nyaris tidak pernah sepi setiap harinya, bahkan beberapa titik SPBU terlihat dipadati kendaraan dalam waktu cukup lama.
Pengamat ekonomi lokal menilai pemerintah perlu melakukan pengawasan distribusi BBM agar tetap tepat sasaran serta mengantisipasi dugaan praktik pelangsiran yang dapat memicu antrean panjang di lapangan.
Masyarakat berharap stabilitas pasokan dan pengawasan distribusi BBM dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan energi warga tetap terpenuhi tanpa menimbulkan keresahan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
(LaNis ) PT Media
Mentaya Mandiri.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan